PERAMALAN PRODUKSI GULA NASIONAL MELALUI PENDEKATAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK

Bambang Suhada Bambang Suhada

Abstract


Pada awalnya ide jaringan syaraf tiruan (JST) berkembang dari komputer analog yang meniru otak manusia. Suatu JST terdiri atas banyak unit tunggal dan unit pengolahan sederhana yang berinterakasi melalui suatu jaringan pada antar koneksi. Melalui struktur jaringan inilah JST mampu belajar dan mengingat pola kompleks (Wilppu, 1999). JST belajar melalui dua paradigma utama yaitu pembelajaran tersedia (supervised learning) dan pembelajaran tak tersedia (unsupervised learning) (Fu, 1994)

Otak manusia terdiri atas sel-sel syaraf yang disebut neuron, yang berjumlah sekitar 109 neuron. Neuron-neuron tersebut terbagi atas kelompok-kelompok yang disebut dengan jaringan, yang dibedakan berdasarkan fungsinya; setiap group mengandung ribuan neuron yang saling berhubungan. Setiap neuron mempunyai kemampuan untuk menerima, memproses, dan menghantarkan sinyal elektro kimiawi melalui jalur-jalur syaraf. Neuron buatan dirancang untuk menirukan karakteristik neuron biologis. Jaringan syaraf, dengan kemampuan luar biasanya dapat mengartikan data yang rumit, dapat juga digunakan untuk mengubah pola yang terlalu kompleks (banyak). Sebuah jaringan syaraf yang terlatih dapat disebut sebagai “pakar” untuk menganalisa di bidang informasi

Sistem JST merupakan suatu upaya untuk mensimulasikan hardware tertentu atau software yang rumit dengan elemen-elemen pemroses, disebut neuron, yang berlapis-lapis. Tiap neuron dihubungkan dengan tetangga terdekatnya dengan tingkat koefisien keterhubungan yang berbeda-beda, yang merepresentasikan kekuatan keterhubungan

Peramalan dengan menggunakan pendekatan ANN ternyata memberikan nilai MSE yang sangat kecil mendekati 0. Hal ini berarti pendekatan Artificial Neural Network memiliki akurasi yang sangat tinggi dalam melakukan prediksi terhadap suatu model sistem.  Keakuratan ANN dalam memprediksi suatu model karena proses peramalan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang berpengaruh


Full Text:

PDF

References


Anmi, L. 2004. Peramalan Impor Komoditas Pertanian Indonesia dari Negara ASEAN. Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Faperta IPB, Bogor.

Badan Pusat Statistik. 1983-2003. Neraca Bahan Pangan. Badan Pusat Statistik, Jakarta

Anonimous (1983-2003). Statistik Perdagangan Luar Negeri (Impor). Badan Pusat Statistik, Jakarta.

Fausett, L. 1994. Fundamental of neural Network : Architecture. Algorithms and Applications. Prentice Hall Inc., New Jersey.

Fu, L. 1994. Neural Network in Inteligent Computer Application. John Wiley & Sons, New York.

Gustavo, D dan P. Obradovic. 1996. An Information – Theoretic Approach to Neural Computing, Springer, New York.

Harfa, A. 1996. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permintaan Tepung Terigu di Indonesia. Skripsi. Jurusan Ilmu-ilmu Ekonomi Pertanian. Faperta IPB, Bogor.

Klefors, D 1998. Aptfical neural network. www.hjise/~deg6klda/Neural/network.htm (5 April 2005).

Kusumadewi, R. 2004. Membangun Jaringan Syaraf Tiruan. Penerbit Fraha Ilmu, Yogyakarta.

Makridakis, S., S.C. Wheelwright dan R.J. Hyndman. 1998. Forecasting : Method and Applications. John Wiley & Sons, New York.

Mahardhika, P.Y. 2003. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permintaan Tepung Terigu di Indonesia. Skripsi. Jurusan Ilmu-ilmu Ekonomi Pertanian. Faperta IPB, Bogor.

Nursusanto, A. 2003. Analisis Peluang Ekspor-Impor Jagung Indonesia : Pendekatan Permintaan. Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Faperta IPB, Bogor.

Plummer, E.A. 2000. Time Series Forecating With Feed-Forward Neuron Network : Guidelines and Limitations [Thesis]. Department of Computer Sciene and The Braduate School of The University of Wyoming.

Savitri, H. 2004. Analisis Peramalan Ekspor Komoditi Pertanian Indonesia ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Faperta IPB, Bogor.

Wei, W.W.S. 1990. Time Series Analysis : Univariate and Multivariate Methods. Addison-Wesley Publishing Company, California.

Wilppu, E. 1999.Profitability Analysis in Distribution : A Neural Network Application Turku Center for Computer Selence. TUCS Technical Report No. 312. Turku School of Economics and Business Administration. http//ueseer.com/cs. Coty 2005]

Dewan Gula Indonesia. 1999. Restrukturisasi Gula Indonesia April 1999. Bahan Diskusi Reformasi Gula Indonesia. Dewan Gula Indonesia, Jakarta

Sudana W dkk. 2000. Dampak Deregulasi Industri Gula Terhadap Realokasi Sumberdaya, Produksi Pangan dan pendapatan petani. Laporan penelitian, Pusat penelitian sosial Ekonomi Pertanian , Bogor

Susila W.R. dan A. Susmiadi. 2000. Analisa Dampak pembebasan Tarif Impor dan Perdagangan Bebas Terhadap Industri Gula. Laporan Penelitian, Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia, Bogor

Susila W.R. 2005. Pengembangan Industri Gula Indonesia ; Analisis Kebijakan Dan Keterpaduan Sistem Produksi . Disertasi S3 Institut pertanian Bogor.


DOI: 10.24127/jm.v3i1.66

Article Metrics

Abstract view : 790 times
PDF - 853 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.