Fraud Hexagon: Deteksi Fraudulent Financial Report

Authors

  • Johan Setiawan Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie
  • Sugi Suhartono Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

DOI:

https://doi.org/10.24127/akuisisi.v18i2.803

Keywords:

Fraud Hexagon, Fraudulent Financial Statement, Fraud

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh fraud hexagon yang di proksikan dengan financial target, financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, change of director, ego/arrogance, collusion terhadap kecurangan laporan keuangan. Kecurangan laporan keuangan pada penelitian ini diukur dengan F-Score. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2020. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling terhadap 37 perusahaan perbakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik yang terdapat pada SPSS versi 26. Financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change in auditor, change of director, ego/arrogance, collusion tidak berpengaruh positif terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan dalam penelitian ini, namun financial target berpengaruh positif terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan.

References

ACFE. (2020). 2020-Report-to-the-Nations.

AICPA. (2019). Consideration of Fraud in a Financial Statement. Audit and Accounting Guide – Construction Contractors, 2019, 193–206.

Apriliana, S., & Agustina, L. (2017). The Analysis of Fraudulent Financial Reporting Determinant through Fraud Pentagon Approach. JDA Jurnal Dinamika Akuntansi, 9(2), 154–165.

Arens, A. A., Elder, R. J., Beasley, M. S., & Hogan, C. E. (2017). Summary of the Audit Process.

Chandra, N., & Suhartono, S. (2020). Analisis Pengaruh Fraud Diamond dan Good Corporate Governance Dalam Mendeteksi Kemungkinan Terjadinya Fraudulent Financial Statement.

Chantia, D., Guritno, Y., Sari, R., & Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, U. (2021). Prosiding Biema Business Management, Economic, and Accounting National Seminar.

Dinata, I. M. N., Suryandari, N. N. A., & Munidewi, I. . B. (2019). Analisis Fraud Diamond Dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud

Faidah, F., & Suwarti, T. (2018). Deteksi Financial Statement Fraud Dengan Analisis Fraud Pentagon pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2015-2017. Dinamika Akuntansi, Keuangan Dan Perbankan, Vol. 7, No. 2, Hal: 147-162.

Faradiza, S. A. (2019). Fraud Pengaton dan Kecurangan Laporan Keuangan. EkBis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 25.

Handoko, B. L., & Tandean, D. (2021). An Analysis of Fraud Hexagon in Detecting Financial Statement Fraud (Empirical Study of Listed Banking Companies on Indonesia Stock Exchange for Period 2017-2019). ACM International Conference Proceeding Series, 93–100.

Imtikhani, L. (2021). Determinan Fraudulent Financial Statement Melalui Perspektif Fraud Hexagon Theory Pada Perusahaan Pertambangan. In Jurnal Akuntansi Bisnis (Vol. 19, Issue 1).

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. In Journal of Financial Economics (Issue 4).

Larum, K., Zuhroh, D., & Subiyantoro, D. E. (2021). Fraudlent Financial Reporting: Menguji Potensi Kecurangan Pelaporan Keuangan dengan Menggunakan Teori Fraud Hexagon. AFRE Accounting and Financial Review, 4(1), 82–94. https://doi.org/10.26905/afr.v4i1.5957

Marks, J. (2012). The Mind Behind The Fraudsters Crime : Key Behavioral and Environmental Elements Discussion Leader :

Mukaromah, I., & Budiwitjaksono, G. S. (2021). Fraud Hexagon Theory dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. 14(1), 61–72. http://journal.stekom.ac.id/index.php/kompakï‚ page61

Permata Sari, S., & Kurniawan Nugroho, N. (2020). Financial Statements Fraud dengan Pendekatan Vousinas Fraud Hexagon Model: Tinjauan pada Perusahaan Terbuka di Indonesia 26.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2013). Metode Penelitian untuk Bisnis.

Septriani, Y., & Desi Handayani, dan. (2018). Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan dengan Analisis Fraud Pentagon (Vol. 11, Issue 1). http://jurnal.pcr.ac.id

Skousen, C. J., Smith, K. R., & Wright, C. J. (2009). Corporate Governance and Firm Performance Detecting and predicting financial statement fraud: The effectiveness of the fraud triangle and SAS No. 99. In Corporate Governance and Firm Performance (Issue 99).

Soelung, M., Hadi, W., Jaya Kirana, D., & Wijayanti, A. (2021). Prosiding Biema Business Management, Economic, and Accounting National Seminar Pendeteksian Fraudulent Financial Reporting dengan Fraud Hexagon pada Perusahaan di Indonesia

Suhartono, S. (2016). Komite Anti Fraud: Solusi Menuju Zero Fraud. Jurnal Akuntansi, 5(1), 90–104. http://jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JA/article/view/412

Vousinas, G. L. (2019). Advancing theory of fraud: the S.C.O.R.E. model. Journal of Financial Crime, 26(1), 372–381.

Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The FWolfe, D. T. and Hermanson, D. R. (2004) ‘The Fraud Diamond : Considering the Four Elements of Fraud: Certified Public Accountant’, The CPA Journal, 74(12), pp. 38–42. doi: DOI:raud Diamond : Considering the Four ElemWolfe, D. T. and Hermanson, D. R. The CPA Journal, 74(12), 38–42.

Published

2024-07-14

How to Cite

Setiawan, J., & Suhartono, S. (2024). Fraud Hexagon: Deteksi Fraudulent Financial Report. Akuisisi : Jurnal Akuntansi, 18(2). https://doi.org/10.24127/akuisisi.v18i2.803

Issue

Section

Articles